Jumat, 28 Juni 2013

sepotong tulisan dari masa lalu *punya orang*


Desember,2010
I’m here…
Hmm… ga terasa dah klelas tiga, di penghujung tahun, kami akan menghadapi TO UN yang pertama, yang menjadi asal dari tuntutan ujian2,  dan TO2 berikutnya.
2 tahun lebih L ahabiskan waktu di PIAR, menenmpuh jalan hidup yang curam, tajam dan penuh kerikil.. (hiperbol), menghabiskan masa remaja yang penuh warna untuk menjadi insan dewasa (yang warnanya item putih doank).
“setiap pertemuan pasti ada perpisahan” dan itu gak bisa di pungkiri. Nggakkkan ada La  temuin teman-teman yang sama persis kayak teman di PIAR. Awee yang bawel, uni Dhiela yang cuek, Vera yg ‘busuk’, Muthi yang over, ezy yg silent, rini yg spirit dan semua temen-temen yang memiliki sejuta karakter. Hidup itu indah dan hidup itu hanya sekali maka nikmatilah friend… ya walaupu terkadang kenyataan tak sesuai dengan keinginan. Tapi itulah lika-liku kehidupan, warna dalam kesedihan dan air mata dalam kebahagiaan. Tak sanggup kukatakan setiap asa yang terbayang, tak sanggup ku ungkapkan isi hati yang tak terperikan, tak sanggup ku tuliskan kata-kata yang menghujam, tak sanggup ku artikan ekspresi wajah yang tersimpan, yak sanggup ku hiraukan sorotan mata penuh pengharapan, tak sanggup ku hilangkan canda tawa dalam kenangan dan tak sanggup ku lukiskan setiap warna dalam kehidupan, kawan.
Cita-citamu adalah jalanmu, tempuhlah itu demi mata-mata pengharapan, demi hasrat yang terpendam. Syurga itu tak murah teman, butuh kesabaran, keikhlasan, ketaatan dan pengorbanan untuk membelinya. (kalo udah beli bagi2 ya).
Dah dej itu ajha, dah adzan, dah capek, dah mau penuh. Awee kalau dah di UGM jangan sombong ya, kalo merit.. undang2 aku yaa. Aku penasaran siapa sih soulmate awee?! Mudah-mudahan tahan banting ya…!!! Jadi gak papa kalau awe tonjokin terus. TAPI jadi cewek lembutan dikit napa wee?! Ku selipkan doa dalam luka, kuselipkan asa dalam kata, kuselipkan cinta dalam tawa untukmu kawan…

                                                                             By: Fadhilatul Hasnah
Abis baca itu tulisan.. terharu banget.. jadi kangen ama kamu la…
Barakallah fii miladiki yeuy… mudah-mudahan segala asa di pertemukan dengan waktu yang tepat. Ga nyangka, kamu udah ngedo’ain aku di UGM sejak lama.. thankyu.. *peluk*. Itu pesan di paragraph terakhir nusuk banget dah.. mudah-mudahan suamiku ntar bener-bener tahan banting, pelaku pencak silat, karateka, taekwondo bahkan judo.. semoga… #loh

Minggu, 14 April 2013


13 April 2013- 23.55 WIB
Ummi, Inni Uhibbuki Fillah.. <3

Tokyo Tower, sebuah film yang sangat mengharukan. Mengajarkan kita bagaimana seorang ibu amat sangat mencintai anaknya. Cerita ini memang fiksi tapi faktanya, begitulah adanya. Apapun keinginan anaknya akan diterimanya secara rasional. Satu hal yang tak akan pernah lepas, sampai kapanpun ibu kita akan tetap menganggap kita anaknya sebagai seorang anak kecil.
Merantau bukanlah hal yang mudah. Jauh dari orang tua itu yang membuat kita berat hati, especially mom.. tapi untuk menggapai sebuah asa, untuk menjemput sebuah cita taka da yang dapat kita lakukan kecuali menimba ilmu di tempat yang lebih baik.
Ummi.. Inni uhibbuki fillah..
aku tau betapa sulitnya mempunyai anak sepertiku.  Kau tau?? Aku selalu menitikkan air mata ketika dirimu melepaskan aku untuk pergi menuntut ilmu. Setiap waktu saat bis akan melaju ke kota Padang atau ketika dirimu melepas kepergianku di Polonia. Kau tau? Bahkan aku selalu menangis.
Seiiring berjalannya waktu, semakin bertambahnya umur. Ntah kenapa aku bukan makin terbiasa jauh darimu, tetapi malah ingin selalu berada di dekatmu.
Aku sadar, betapa sulitnya mempunyai anak sepertiku..
Yang aku lakukan hanyalah menengadahkan kedua tanganku agar abi dan ummi selalu memenuhi kebutuhan materiku. Aku menganggapmu hanya sebagai MESIN UANG.  Betapa bodohnya aku..
Aku sadar, taka da yang bisa kuberikan padamu.. TAK ADA.. ntah sampai kapan angan-angan ini terus menjadi khayalan yang taka da ujungnya.
Sumimasen okaasan.
Aku sadar bahwa begitu tidak bergunanya aku kepadamu. Bahkan sebuih dari jasamu tak jua bisa kubalas dengan setimpal. Dirimu selalu menceritakan inginmu padaku, tapi lagi-lagi (anakmu yang tak berguna ini) hanya menjadi pendengar setia.
Awi sayang Ummi karena Allah..
Setiap sujudmu dirimu takkan pernah alfa menyertai namaku dalam do’amu, taka da orangtua yang melupakan anaknya. Seumur hidupnya, sebejat apapun  orangnya.  Dirimu akan selalu mengasihi makhluk yang pernah berada di rahimnya, mengisap asi dari putingnya.
Maafkan aku, bahkan diriku sering melupakanmu dalam do’aku, diriku terlalu egois, sehingga untuk orang sedekatmu dengan diriku sering kuabaikan haknya.
Keinginan ummi selalu terngiang dalam benakku, setegar apapun aku tampak luar, ketika terngiang keinginan ummi yag satu itu, aku selalu menitikkan air mata.
“Awi berharap semoga saat Awi harus mengabdi pada qawwam Awi suatu saat nanti, yang melepaskan Awi adalah Abi, abi yang menjadi wali Awi ketika tiba saatnya nanti. Awi berharap Ummi menjadi orang terdekat Awi ketika Awi hamil, ketika Awi melahirkan jundi-jundi kecil Awi. Semoga Awi bisa seperti Ummi yang selalu tegar. Tak pernah cengeng apalagi mengadu.” ~my little whisper~

Kamis, 05 Januari 2012

dialah UTSMAN bin affan

ayat ini begitu familiar dengan kita, ayat ini jika kita memehami benar maka ada kesejukan tersendiri ketika kita memahami jelas apa maksud ayat ini...
"yaa ayyatuhannafsul muthmainnah, irji'ii ila rabbiki radhiyatan mardiyah, fadkhulii fii 'ibadi, wadkhulii jannatii"

wahai jiwa yang tenang kembalilah kepada rabbmu dalam keadaan diredoi, masuklah kedalam golongan hambaKu, masuklah kedalam jannahKu...

sungguh, tak ada satupun makhlukNya yang tak ingin menjadi hamba-hambaNya yang terpanggil itu..
tapi tahukah anda siapa gerangan ia?
menurut jumhur ulama, dialah Utsman bin Affan RA,
sahabat yang terkenal dengan malu hingga rasulullahpun malu bila beliau bersua dengan Utsman dan keadaan berbaring,
dialah Utsman, yang dengan kemuliaan hatinya menyumbangkan hartanya untuk agama Allah ini, berapa banyakkah?? bahkan sangat banyak, Ia dijamin rasulullah SAW kerana sedekahnya. ingatkah ketika madinah dilanda paceklik hebat, seluruh masyarakat madinah kesulitan pangan, harga pangan yang tersedia di pasar pun sangat mahal. maka ialah Utsman dengan 700 untan beserta bebannnya menggegerkan pintu kota madinah. para pedagang yang kikir lagi cerdik berlomba-lomba membeli bawaan Utsman dengan dua kali lipat, tiga kali lipat, bahkan lima kali lipat. tapi Utsman menolak dengan halus karena ada yang akan membelinya dengan harga yang jauh lebih tinggi, siapakah yang mampu membeli dagangannya dengan harga yang sangat tinggi itu? Allah. ya Utsman memberikan 700 unta beserta isinya tersebut kepada masyarakat madinah. dan anda tahu berapa nilai dari 700 unta itu, ratusan triliyun saya rasa. sanggupkah kita??
mengapa Utsman bisa berbuat seperti itu??
karna Ia malu pada rabbNya, ia malu jika ia cukup sedangkan orang lain terlunta-lunta.

dialah Utsman, sanga pemilik dua cahaya.


"fastabiqul khairat"